RSS Feed

Berbagi dan Bahagia

Semua orang punya mimpi dan cita-cita. Dulu waktu kecil kalau ditanya, saya pengen jadi apa kalau uda besar, pasti jawabannya macam-macam dan berubah-ubah. Dari arsitek hingga dokter. Tapi ada satu cita-cita waktu kecil saya yang belum pernah saya sampaikan ke siapapun. Mungkin karena dulu masih kecil, takut dianggep sok gede dan yang lainnya.

Waktu kecil, saya punya cita-cita pengen punya yayasan sosial. Mungkin itu sekitaran SD – SMP kali ya. Saya juga ga ngerti kenapa bisa kepikiran pengen punya yayasan sosial. Salah satu pikiran simpel saya waktu itu sepertinya adalah yayasan itu uangnya banyak! Dan uangnya buat menolong orang lain. Mungkin sayang sering lihat di tv ato di jalan kalau ada yayasan sedang memberikan sumbangan, yayasan panti asuhan dan lain-lain. Jadi kalo saya pingin membantu orang lain,maka simpelnya saya pingin punya yayasan biar duitnya banyak dan duitnya bisa buat menolong orang. Simpel kan!

Ah ternyata ga simpel. Semua memang jadi ga simpel setelah kita dewasa dan merasakan pahit dan manisnya dunia..hahaha.. ternyata, yang banyak uangnya adalah orang/lembaga yang mendonor atau menyumbang ke yayasan itu. Lain lagi halnya, yayasan itu macem macem tipenya. Ga cuman yayasan sosial, tapi ada yayasan pendidikan, dan lain lain. Dan lagi, yayasan itu termasuk Third Sector Organisation, non profit dan bisa didirikan untuk tujuan sosial, kemanusiaaan, keagamaan dan lain lainya (ini kalau ga salah inget pas dulu kuliah hahaha).

Jadi intinya, pendapat saya masa kecil ga sesuai dengan kenyataan yang ada. Kalau mau punya banyak duit ya kerja atau jadi wirausaha trus pendapatannya disisihkan buat bantuin orang lain. Itu uda paling bener sih. Hahahaha

Anyway, bukan point yayasan ataupun uang banyak yang mau saya highlight.

Baru hari ini saya berpikir dan mengulang kembali ingatan-ingatan saya dulu. Dan saya berada pada satu kesimpulan. Kesimpulan yang diambil setelah makan martabak manis dan telor sampe kekenyangan. Jadi gatau deh apa kesimpulannya valid apa ga. Hahaha. Tapi ga usa dianggap serius kesimpulan ini.

Kesimpulan nya adalah, saya tidak perlu punya banyak uang untuk membantu orang lain, membuat orang lain bahagia dan diri saya sendiri bahagia. Dalam keadaan uang saya sedikit pun, saya bisa tetap menolong dan memberi kebahagiaan kepada orang lain.

Bukan berarti menurut saya uang ga penting ya. Saya mau punya banyak uang. Tapi saya yakin berapapun rejeki yang dikasi Allah kepada saya, saya tetap bisa membantu orang lain dan membuat orang lain bahagia, dan akhirnya membuat saya sendiri bahagia.

Membantu orang lain, tidak harus secara materi. Memberikan perhatian, dorongan semangat, dan menjadi pendengar yang baik adalah beberapa contoh bahwa sesimpel apapun yang kita lakukan bisa mempunyai arti banyak bagi orang lain.

Saya sangat percaya bahwa satu senyuman bisa membantu orang lain lain menjadi ikut tersenyum. Satu sapaan selamat pagi bisa membuka hari orang lain menjadi indah.

Ini salah satu kelemahan saya. Saya suka terlalu ramah dengan orang lain dan saya cenderung beranggapan bahwa semua orang pada dasarnya baik. Akhirnya sekarang saya mulai menyadari bahwa walaupun pada dasarnya semua orang baik, tapi keadaan dan lingkungan membuat mereka menjadi tidak baik. Dan lagi lagi saya meyakini kalo saya baik sama orang, orang baik sama saya. Ah muter muter aja disitu hahaha.

Terakhir, saya baru menyadari kalo saya menemukan kepuasan dan sangat bahagia ketika saya bisa berbagi, menolong orang lain dan membuat orang lain senang. Makanya mungkin karena itu saya kepikiran punya yayasan kalau uda besar. Sampai saya memutuskan untuk pindah haluan dari bidang sains kemudian belajar bidang sosial. Termasuk pada akhirnya saya mengambil master dibidang CSR dan masuk menjadi karyawan perusahaan perkebunan di bidang sustainability.

Tapi sayangnya, saya terlalu malas untuk ikut ikut program atau aktivitas sosial maupun lembaga atau yayasan sosial. Saya lebih menikmati berbagi dan berkontribusi di sekitar lingkungan kecil saya sendiri dan sesekali dalam lingkungan besar. Tapi saya yakin tidak ada yang salah, karena kita bisa berbagi dimana saja dan kapan saja, dan karena kebahagiaan itu dapat ditemukan di mana saja.

Intinya (lagi), jangan pernah kita merasa miskin dan tidak mampu untuk memberi dan berbagi. Karena dengan memberi dan berbagi kita akan menjadi kaya. Saya selalu yakin Allah sudah mengatur rejeki kita dengan baik, dan diantaranya rejeki itu kita dapat pada saat kita memberi dan berbagi kepada sesama.

Selamat berbagi dan memberi! 🙂

Rejeki

Posted on

Ini semua karena postingan temen saya di path, Reni Rahmahidayani..perempuan kecil imut tapi besar di pipi hahaha..

Ini postingannya

image

Termasuk disitu ada komen saya.. komen yang ngawur sebenernya..yang baru mikir setelah nulis..dan selalu kata Reni, kalo omongan saya lagi bener gitu pasti saya lagi kesambet atau lagi ngawur hahaha..jadi kalo lagi bener malah omongannya ngawur dan kalo lagi ngawur omongannya malah bener.. hahahaa..

Akhirnya saya jadi tertarik untuk nulis tentang ini.. udah dua bulan juga ga nulis di blog ini..

Mari kita bicara ngawur tentang rejeki.. saya nulis ini bener bener alami ngawur, ga pake referensi apapun, tidak berdasarkan ajaran agama atau kepercayaan apapun dan hanya berdasarkan atas pemikiran saya (yang kalo kata Reni, lagi ngawur).

Sering mendengar orang bilang “belum rejekinya, semoga nanti rejeki ditempat/di waktu lain” atau “alhamdulillah, dapet rejeki lebih bulan ini” atau banyak kalimat lainnya dengan menggunakan kata ini.

Sebenernya, apa sih rejeki itu?Menurut saya setiap orang mendefinisikan rejeki dengan berbeda. Kalo dr pemikiran ngawur saya, rejeki adalah sesuatu yang didapatkan manusia utk penghidupan mereka. Oh, berarti rejeki itu tentang materi donk ya kalo ngomongin penghidupan contohnya uang, rumah, mobil dll. Tunggu dulu, perlu diingat bahwa kita hidup bukan hanya dengan materi. Bukan cm uang yang bikin seseorang bisa hidup. Keluarga, kebahagiaan, kepuasan batin, aktualisasi diri, pertemanan, pengalaman hidup, dan banyak hal non material yg bisa membuat kita hidup.

Buat saya, rejeki itu punya arti sangat luas. Dan mungkin bahkan saya cenderung melihat semua hal baik yang terjadi dalam hidup saya sebagai rejeki berkelimpahan buat saya. Bahkan mungkin hal buruk pun bisa saya anggap rejeki karena saya selalu yakin akan ada hal baik dibaliknya.

Buat saya, punya keluarga, pasangan, teman yang sangat baik, penyayang dan mendukung saya adalah rejeki yang luar biasa. Jauh lebih besar nilainya dibanding rejeki uang berapapun nominalnya. Pekerjaan yang menyenangkan, kesempatan untuk berkembang dan aktualisasi diri, pengalaman berharga,bos dan teman yang baik dan bisa diajak bekerjasama juga salah satu rejeki yang besar. Itulah mengapa pekerjaan menurut saya bukan hanya mencari uang belaka. Untuk yang sudah berkeluarga, mempunyai anak juga rejeki yang luar biasa. Dibalik susah dan lelahnya menjadi orangtua, selalu ada nikmat yang luar biasa menjadi orang tua ( walaupun saya belum merasakan, tapi saya tahu pasti ini dirasakan oleh orang tua manapun).

Begitu banyak rejeki bukan harta benda yang mungkin masih ada yang belum menyadari bahwa itu rejeki baik dalam kehidupannya.

Hey, coba kamu lihat disekitarmu dan apa yang sudah terjadi dalam hidupmu. Bukankah Allah sudah memberikan banyak rejeki luar biasa tapi mungkin kamu tidak menyadari dan kurang bersyukur.

Kalau kata orang, rejeki sudah diatur dan rejeki tidak akan ketukar atau kemana. Mungkin seperti jodoh ya :p
Yaa, saya cukup percaya itu. Tapi perlu diingat walaupun rejeki ga kemana dan sudah diatur, kita juga perlu berusaha untuk mendapatkannya. Ini yang orang sering lupa dan cuma berleha leha menunggu rejekinya datang. Walaupun mungkin Allah sudah mengatur rejeki kita, tapi saya yakin jika kita berusaha, mungkin kita akan diberikan rejeki lebih dari yang seharusnya kita dapat.

Ini terlalu banyak pikiran ngawur yang sudah berputar putar di kepala dan mengantri untuk dituliskan. Daripada tambah ga jelas mending disudahi saja dan waktunya tidur.

Besok Senin, diberikan kesempatan untuk bisa bangun kembali melihat dunia juga merupakan rejeki. Semoga hari Senin besok dan hari hari besoknya membawa rejeki dan kebahagiaan untuk kita semua ya. Tetap intinya adalah bersyukur, karena hidup, sekeras dan sesusah apapun itu anugerah dan dengan bersyukur kita akan lebih bahagia 🙂

Selamat malam!

05072015

Celengan Berukir Nama

Posted on

Bapak..

Mungkin kata sapaan itu hampir tiap hari saya pakai untuk rekan kerja saya yang berumur lebih tua dari saya.. untuk bos saya, atau untuk orang orang baru yang saya temui..

Mungkin untuk banyak orang, Bapak punya arti lain untuk mereka. Ya, arti yang sangat spesial di kehidupan mereka. Seseorang yang tanpa adanya beliau, kita mungkin tidak ada di dunia. Pendamping dari ibu tercinta, kepala rumah tangga dan pencari nafkah keluarga.

Terkadang disapa Bapak, Ayah, Papa, Papi, Abi dan sapaan akrab lainnya.

Saya tidak ingat terakhir kali memanggil Bapak untuk Bapak saya sendiri.. bahkan mungkin saya belum bisa berbicara pada waktu itu.. tapi yang saya ingat, dia dipanggil Bapak, bukan Ayah, Papa dan yang lainnya.

Ini pertama kalinya saya menuliskan dan mungkin membicarakan dengan panjang mengenai Alm. Bapak saya.

Sudah cukup lama, dan mungkin memang sangat lama saya tidak bertemu dengannya. Bisa dibilang saya tidak ingat sama sekali muka beliau, dan tidak ada satu pun kenangan yang teringat tentang beliau.

Sebagian besar teman teman saya tahu bahwa Bapak saya meninggal saat saya berumur 1,5 tahun karena sakit. Setelah itu, hingga saat ini saya dibesarkan oleh Ibu saya yang luar biasa hebatnya.

Luar biasa hebatnya Ibu saya, sehingga saya tidak merasa kurang suatu apapun selama  saya dibesarkan hingga saat ini. Tidak pernah saya berhenti bersyukur dilahirkan oleh Ibu yang luar biasa ini.

Selama 27 hampir 28 tahun hidup saya, saya tidak pernah kekurangan kasih sayang dari Ibu saya dan keluarga saya. Limpahan kasih sayang sangat luar biasa dari mereka.

Tapi saya mengakui, saya mungkin kehilangan sosok seorang Bapak, Ayah atau kepala keluarga dalam hidup saya.  Sosok yang kuat, melindungi, mengayomi dan penyayang. Ah bahkan saya tidak bisa memberikan deskripsi seorang Bapak dalam keluarga 🙂

Kadang saya berpikir, seperti apa hidup saya jika saja Bapak saya masih ada. Tentu lebih membahagiakan! Mungkin saya bisa mengobrol dengannya mengenai kegiatan2 saya, pekerjaan saya, mungkin saya punya hobi yang sama dengan beliau, mungkin kita sama sama suka jalan jalan dan makan! Ahh senangnya bisa membayangkan itu..:)) kadang membayangkan saja sudah membuat saya bahagia 🙂

Saya tidak terlalu mengenal sosok Alm. Bapak saya karena Ibu jarang sekali cerita. Bahkan sangat jarang. Saya tidak banyak bertanya karena saya ga mau melihat ibu saya jadi sedih atau terkenang masa lalu. Saya tahu dibalik semua ketabahan dan kekuatannya, Ibu saya menyimpan banyak kenangan manis dengan Alm. Bapak dan mungkin itulah juga yang membuat Ibu memutuskan tidak menikah lagi.

Yang saya tahu, Alm. Bapak saya seorang sarjana hukum, dan saya masih memajang foto beliau di ruang tamu dengan memakai toga. Foto yang hampir sudah hilang warnanya dan terkena lunturan air krn rembesan air hujan di tembok. Mungkin foto tampak samping itulah yang membentuk bayangan saya terhadap beliau.

Saya tahu Bapak saya hebat, hebat karena bisa mendapatkan wanita yang luar biasa untuk menjadi istrinya, yaitu Ibu saya. Saya tahu Bapak saya mempunyai bakat dalam kesenian dan kerajinan tangan. Saya pernah lihat di rumah om saya, kerajinan tangan dari pelepah pisang (kalau ga salah ingat) berbentuk wayang.

Dan satu lagi yang saya ga akan pernah lupa adalah celengan yang beliau buat dari bekas kaleng cat, dilapisi dengan kayu dan ada ukiran nama saya dari kayu dicat hitam. Alm. Bapak membuat itu dari saya bayi, dan beliau berkata kepada Ibu saya kalau celengan itu untuk menabung dan uangnya untuk nanti membayar uang sekolah saya di Tarakanita. Ya, Alm Bapak sudah bilang ke Ibu sejak saya masih bayi kalau beliau pingin anaknya, saya, sekolah di Tarakanita. Pada masa itu, Tarakanita adalah salah satu sekolah katolik yang terkenal, terkenal dengan kualitas pengajarannya, kedisiplinan dan hanya berisikan murid- murid perempuan saja. Itulah mengapa setelah lulus SD, Ibu memaksa saya untuk mendaftarkan diri ke Santa Ursula, sekolah katolik homogen yang juga terkenal dan kebetulan dekat dari rumah. Memang bukan Tarakanita, karena jauh dari rumah, tapi Ibu saya tahu bahwa Alm. Bapak ingin saya dapat pendidikan yang terbaik di sekolah katolik yang terkenal dengan kedisplinannya. Mungkin memang sudah jalannya saya bersekolah disana selama SMP dan SMA, walaupun pada awalnya saya menolak dan akhirnya mencoba tes karena hanya ingin menyenangkan Ibu. Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan bersekolah di salah satu sekolah terbaik di Jakarta itu.

Oh iya, saya ingat, celengan itu saya buka sebelum saya pindahan ke rumah saya sekarang. Sayangnya saya ga ingat dimana sekarang celengan itu. Sepertinya dibuang oleh Ibu karena sekali dibuka, sudah tidak bisa dipakai lagi. Saya ingat, dulu sering memasukkan recehan ke dalam celengan itu hingga terisi penuh. Menyenangkan! 🙂

Ya, saya jadi menyadari, kenangan  akan Alm Bapak saya tidak banyak. Mungkin yang melekat hanyalah mengenai celengan berukir nama saya.. yang bahkan saya tahu sekarang celengan itu sudah tidak ada.

Mungkin saya telat menyadari, celengan berukir nama yang dibuat sendiri oleh Alm. Bapak merupakan wujud cinta dan rencana beliau ke saya. Bahkan disaat beliau sudah pergi pun, saya masih dapat mewujudkan rencananya. Seandainya saya ga telat menyadari, mungkin celengan itu ga akan saya buka dan dibuang 😦 .

Tapi saya tahu, cinta beliau tidak akan pernah hilang buat saya. Setiap hari saya yakin, beliau selalu melihat keseharian saya dari atas sana. Setiap hari, saya selalu berdoa untuk kebahagiaannya disana dan menitipkan salam sayang saya melalui doa saya kepada Allah.

Mungkin apa yang saya lakukan saat ini belum bisa membanggakan Alm Bapak dan Ibu saya. Tapi saya berjanji saya akan membuat mereka tersenyum bahagia suatu saat nanti 🙂

Sampai jumpa disana Bapak di waktu kita nanti 🙂 waktu dimana nantinya kita akan menghabiskan waktu banyak bersama dan tidak akan takut kehilangan waktu untuk bersama.. sekarang masih waktu saya disini dan semoga Bapak terus bahagia disana 🙂 I love you!

05052015

The Wishing Pot

Mungkin dulu dulu sekali saya pernah cerita ke beberapa teman baik kalau saya punya satu tempat khusus dimana saya menulis permohonan, keinginan, harapan dan mimpi saya di tempat ini. Mungkin juga mereka sudah tidak ingat atau hanya sekadarnya mendengarkan.

Tempat ini hanyalah bekas tempat permen yang saya dapat oleh oleh dari teman baik saya waktu dia pergi ke Hongkong Disneyland..dan sudah pasti saya simpan karena ada eeyore nangkring diatasnya dan lucu sekali!

Ini penampakannya

image

Lucu kan!

Kalau dilihat ah mungkin cm lucu saja dan cuma hiasan yang mungkin menghabiskan tempat saja.

Tapi buat saya, tempat ini adalah tempat yang saya percayakan untuk menyimpan keinginan, harapan, permohonan dan mimpi terdalam saya.
Sesuatu yang mungkin saya tidak bisa sampaikan ke orang lain walaupun ke orang terdekat saya. Orang orang bilang saya extrovert, dan saya mungkin bisa menyampaikan apa yang saya rasakan dan inginkan dgn mudah ke orang lain. Tapi percaya sama saya, se extrovert apapun orang itu, pasti ada hal hal yang sulit untuk dia ungkapkan ke orang lain dan bahkan ke orang terdekatnya.

Saya lupa sejak kapan saya punya Wishing Pot ini. Kalau tidak salah di sekitaran tahun 2009. Saya terinspirasi setelah membaca buku The Secret yang terkenal dengan teori Law of Attraction nya. Teori yang dengan sederhananya menyatakan bahwa kita “menarik” apapun yang kita pikirkan, baik maupun buruk dan alam semesta berkonspirasi untuk membantu kita mewujudkan apa yang ada di pikiran kita. Sebenarnya ga terlalu ingat bagaimana persisnya, tapi singkatnya mengajak untuk berpikiran positif untuk mendapat hasil yang positif.

Kenapa akhirnya saya memutuskan untuk mempunyai Wishing Pot ini, lagi lagi saya terinspirasi dari teman saya dulu yang menceritakan tentang teori ini dan dia menerapkannya dalam kehidupan dia. Caranya adalah dengan menuliskan keinginan atau harapan kita dan terus mengingatnya sehingga alam semesta akan membantu dia mewujudkan keinginannya. Yang menarik adalah, dia sering menuliskan atau menandai di kalender tanggal dimana dia berharap akan dapat rejeki dan ternyata beberapa kali dia menandai tanggalannya, dia memang mendapatkan rejeki lebih pada hari itu. Entah mungkin suaminya yg dapat proyek, atau dia dapat uang dari org lain dan lain lainnya. Menarik bukan!

Tentunya saya melakukan ini bukan untuk dapat uang kaget di hari yang saya tandai hahaha bahkan saya ga pernah menandai tanggal tanggal tersebut. Yang saya lakukan adalah menuliskan segala permohonan, keinginan, mimpi saya tentang keluarga, jodoh, kejadian yang ada di kehidupan saya, dan apapun itu. Saya senang menuliskan apa yang saya inginkan disitu karena tidak ada orang lain yang men judge saya atas apa yang saya inginkan dan harapkan.

Sejak pertama kali saya mencoba, alhamdulillah ada beberapa keinginan yang sudah tercapai. Walaupun mungkin tidak pas waktunya dengan yang saya harapkan, tapi saya yakin waktu yang saya alami adalah waktu yang terbaik. Iya,  saya menuliskan juga kapan saya menginginkan permohonan dan keinginan itu terjadi, seperti teman saya menandai tanggal di kalender itu.
Sebisa mungkin saya menuliskan yang sangat spesifik keinginan saya.

Perlu diingat, jangan pernah lupa akan Allah dan terus berusaha untuk mewujudkan keinginan kita. Bukan berarti saya menuliskan keinginan keinginan saya tersebut dan percaya bahwa itu akan terkabul karena alam semesta akan mendukung saya suatu saat tanpa saya berdoa kepada Allah dan berusaha.

Saya menuliskan dan menyimpan keinginan saya dalam Wishing Pot sederhananya hanya untuk membantu saya untuk terus mengingat apa yang saya inginkan dan fokus untuk mencapai itu. Bahkan saya sering lupa apa saja yang sering saya tulis disitu. Pada waktu waktu tertentu, saya senang untuk membuka kembali Wishing Pot saya dan membaca kembali. Bahkan menambahkannya atau membuang keinginan dan harapan yang sudah tercapai. Dari situ saya semakin bersyukur atas yang sudah saya capai dan semakin berpikir positif untuk yang belum tercapai.

Seperti di hari ini, tiba tiba saya teringat untuk membaca kembali dan tersenyum melihat apa yang saya tuliskan. Banyak yang belum tercapai tapi saya bahagia. Bahagia karena saya masih diberi kesempatan dan waktu untuk terus berusaha mencapainya. Jangan pernah sedih saat keinginan dan harapan kita tidak tercapai, karena pasti ada waktu yang tepat untuk mencapainya atau digantikan dengan hal lain yang lebih indah.

Selalu menyenangkan untuk tahu kemana kita melangkah. Walaupun mungkin nantinya kita ga akan pernah mengira kemana hidup akan membawa kita. Namun selama kita masih mempunyai harapan dan mimpi, jangan takut untuk terus melangkah.

Terus percaya dan berdoa kepada Allah, ikhlas dan bersyukur atas semua yang dijalani serta berbahagia dan berusaha untuk segalanya.

Selamat menikmati hari Minggu yang tersisa 🙂

26042015

Selamat datang April

Selalu menyenangkan..
Merebahkan tubuhmu di tanah berumput, sambil melihat matahari yang akan terbenam meninggalkan senyumannya siang ini

Selalu menyenangkan..
Menghirup udara saat hujan, sambil mengamati anak anak yang bermain bersama hujan

Selalu menyenangkan..
Mendengarkan musik dan bernyanyi sekencang kencangnya sambil berjoget seirama musik itu

Selalu menyenangkan..
Melihat ibumu tertawa bahagia, sambil memelukmu erat karena kebanggaannya padamu

Selalu menyenangkan..
Menonton tv bersama kesayanganmu, sambil tanganmu digenggamnya seakan kamu sangat berharga

Selalu menyenangkan..
Tertawa lepas bersama teman terbaikmu, sambil bercerita tentang indahnya dunia

Selalu menyenangkan..
Menyadari betapa hal yang kamu pikir kecil, bisa membawa banyak kebahagiaan untukmu

Selalu menyenangkan..
Mengetahui banyak hal yang bisa membuatmu bahagia dan terlalu sedikit hal yang bisa membuatmu sedih

Selalu menyenangkan..
Mengetahui betapa bahagia dan diberkatinya hidupmu

Selalu menyenangkan..
menyambut bulan baru dalam hidupmu yang selalu membawa kejutan untukmu

Selamat datang April

02012015

Choices

Many people said that life is full of choices.

Yes, indeed and for me, life is all about choices.

Whatever you are doing right now, it is your choice to do that. It is my choice now to write a post about choice and it is also your choice now to read my blog ( if you are not accidentally click my share link in FB haha)

Wait, did I write “accident” just now?
Yeah, life is about your choice if you are not ‘accidentally’ slip to choose another choice. Interesting right? How your life always suprises you in each second of your life even when you have planned or chose what you want.

To make a choice is not a hard thing to do. Staying with your choice is considerably hard for most people in most of the time. Especially when your choice doesn’t lead to what you are expected. Staying with your choice is also a choice.

Hey remember, life is full of choices and we don’t always make good ones. You can always change your choice if you want to make a different result.

For me, there is no such a bad or wrong choice. Everything is a good choice, depends on how you see it. Even your choice does not happen as you are expected, it is still a good one because you must have learnt something from it and find something good in it. Remember, it’s your choice also to change your choice or stay with your choice.

To be or not to be in your lifetime, it is your choice.

I choose to be happy today, tomorrow and everyday. I choose to make the rest of my life to be the best of my life. I choose you, yes you. I choose to stay for whatever makes me happy. I choose to face tomorrow with positive minds. I choose to sleep peacefully after writing this post :p

What is yours?

29032015

Alasan dibalik yang datang dan yang pergi

Jam 22.51

Belum terlalu malam untuk tidur, tapi sudah cukup malam untuk bangun.

Akhir akhir ini mungkin terlalu banyak hal yang ada di pikiran saya. Pikiran pikiran yang mungkin seharusnya ga perlu dipikirin dulu ataupun memang sama sekali ga usah dipikirin.

Malam ini tiba tiba saya terpikir tentang orang orang yang ada di kehidupan saya. Yang saat ini ada ataupun yang hanya singgah dan pergi. Bicara tentang datang dan pergi, terlalu banyak orang yang datang dan menetap dan datang kemudian pergi di kehidupan saya. Dan disetiap pertemuan dan perpisahan, saya selalu mencoba menerka, kejutan dan pelajaran apa saja yang saya akan dapat atau saya telah dapat dari orang ini.

Saya mulai mempercayai bahwa setiap orang yang datang dalam kehidupan kita punya maksud tertentu berawal dari beberapa tahun lalu saat masih kuliah. Dan saya juga mulai menyadari bahwa bukan hanya orang baik yang merubah kita menjadi lebih baik, tapi orang tidak baik pun bisa merubah kita menjadi lebih baik.

Mungkin ga perlu dijelasin bagaimana masa lalu saya dengan orang tidak baik yang hanya sebentar datang ternyata merubah hidup dan cara pandang saya hahahaha.. untuk teman teman baik saya waktu kuliah tahu bagaimana saya dulu bertingkah dan bagaimana kemudian saya berubah (sepertinya!)..well, mungkin saya berubah memang karena seharusnya sudah saatnya saya harus merubah diri jadi lebih baik ( inget umur!) Hahaha

Sejak saat itu, satu hal penting yang saya pelajari adalah, setiap orang yang hadir dalam hidup kita punya maksud dan misi tertentu. Termasuk dengan adanya kita didalam hidup orang lain, ada misi dan maksud tertentu bagi mereka.

Beberapa akan datang, menetap dan tidak pergi. Beberapa akan datang menetap dan kemudian (ternyata) pergi. Beberapa akan datang, singgah dan pergi. Beberapa akan datang, singgah, pergi, datang kembali dan (akhirnya) menetap.

Tidak perlu sibuk mencari tahu apa maksud orang itu datang dan apa maksud kita datang. Kesibukan itu akan malah menutup kita dari kemungkinan kemungkinan yang ada tentang maksud dia atau maksud kita datang. Jika kita sibuk mencari dan akhirnya mencoba merumuskan bahwa maksudnya adalah A maka kita akan menutup kemungkinan akan maksud maksud lain yang mungkin ada B, C atau D. Cukup dengan membuka diri dan menjalani pertemanan dengan baik. Pada waktunya, kita akan tahu apa maksudnya dan kapan waktu “kadaluarsa” orang tersebut dalam hidup kita.

Jangan pula menutup diri dari siapapun yang datang, kecuali emang uda ketauan dia pencuri (eh tapi kalo pencuri hati gapapa sih ya #salahfokus) :ppp

Kita tidak akan pernah tau bahwa pelajaran terbesar dalam hidup kita nantinya mungkin akan kita dapatkan dari orang orang yang kita anggap tidak ada pengaruh bagi hidup kita. Seperti juga tadi, orang tidak baik pun bisa merubah orang lain jadi orang baik 🙂

Jam 23.30
Sudah terlalu malam untuk berpikir dan sudah terlalu banyak berpikir hari ini, apalagi ditambah dengan 3 jam berdiskusi dengan bule dengan aksen British kental, melalui telepon yang sangat sember suara speakernya. Terlalu melelahkan hari ini. Tapi sekali lagi, saya menemukan bahwa bule yang baru saya kenal ini sangat membantu saya dalam pekerjaan saya. Semoga salah satu misi dia adalah memang membantu saya, dan mungkin misi saya adalah membuat perusahaan tempat saya bekerja memakai jasa dia lagi tahuntahun depan hahaha

Satu hal yang terpenting, berusahalah menjadi yang terbaik dalam hidup seseorang, bagaimanapun caranya. Terkadang terbaik memang tidak harus dengan cara baik. Dengan cara tidak baik pun kita bisa mengubah hidup seseorang. Ini semua berujung pada pilihan, baik atau tidak baik, menetap atau pergi.

Selamat malam!

26022015

%d bloggers like this: